Ahlan Wa Sahlan, Selamat Datang

Kami berbesar hati untuk saling berkongsi Idea, Pengalaman Dakwah dan Tarbiyyah bersama Anda... Moga HALAQAH BORNEO bermanfaat untuk semua!!!

Dakwah Info | Sumber Dakwah dan Tarbiyyah Anda!!!

Cita-cita kami adalah membina Pemuda yang mempunyai Peribadi Muslim yang Syumul, Melahirkan Generasi Al-Quran, Membentuk Rijal Dakwah melalui wasilah Tarbiyyah Islamiyah yang syumul

AQSA SYARIF...Selamatkan Palestin!!!

Ayuh bersama AQSA SYARIF dalam perjuangan membebaskan PALESTIN, Perjuangan PALESTIN tidak akan berhenti selagi Tanah Suci ini belum Merdeka dari gengaman Zionis Laknatullah

Wadah Perjuangan, Ukhuwwah Teras Kegemilangan

Bersama membina Sinergi HIKMATUS SYUYUKH dengan HAMMASATUS SYABAB dalam membentuk Individu Muslim untuk Mencapai Ustaziyatul Alam (UA)

Pemimpin Pembawa Rahmat


Salam Pembaca dan Penziarah Halaqah Borneo, ana nak berkongsi sedikit tentang Tafsiran ayat Surah Al-An'am.. Tafsiran ayat ni ana sampaikan dalam Halaqah ana.. Tapi tafsiran ni ana dapat sumbernye daripada Tim Dakwatuna. Ana harap ia bermanfaat utk semua yang membaca..

Dalam surah Al-An'am ayat ke-6, Allah berfirman,
“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, lalu Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri. Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.”


Sudah sekian kali Allah membinasakan bangsa-bangsa yang mendustai agama. Sebelumnya, mereka dikokohkan Allah kedudukannya dengan harta, keturunan, dan kesejahteraan. Allah juga menurunkan air hujan yang deras. Allah jadikan sungai-sungai mengalir sehingga menumbuhkan tanaman dan kebun buah-buahan. Mereka benar-benar merasakan kesenangan duniawi. Namun mereka tidak pandai bersyukur. Mereka tidak dapat mengendalikan nafsu. Justru mengikuti syahwat. Setiap datang Rasul yang diutus, mereka dustakan. Karena itu, Allah membinasakan mereka lantaran dosa-dosa dan kemaksiatan itu. Lalu Allah mengganti mereka dengan generasi yang lain. Ini adalah sunnatullah bagi orang-orang yang mendustai agama.

Di antara bangsa yang telah dianugerahkan Allah kekuatan dan kesejahteraan hidup adalah Fir’aun. Fir’aun memiliki struktur kenegaraan dan kekuatan militer yang hebat. Tapi, karena berpaling dari ajakan Nabi Musa, Allah tidak segan-segan membinasakan mereka dengan menenggelamkan di lautan. Begitu juga Kaum ‘Ad. Penduduk kota Iram ini diberi Allah kekuatan konstruksi bangunan nan kokoh. Lalu Allah binasakan mereka dengan mengirimkan angin puyuh yang mematikan karena pembangkangan mereka terhadap aturan Allah.

Demikian pula Kaum Tsamud. Mereka diberikan Allah kemampuan yang fisik prima. Mereka mampu memecahkan bebatuan di lembah-lembah, kemudian Allah membumihanguskan mereka dengan mengirimkan petir halilintar yang menyambar mereka dalam keadaan sadar. Juga kaum Nuh yang dengan sangat mudah ditenggelamkan Allah lantaran dosa-dosa mereka. Allah Maha Kuat Maha Perkasa tiada tandingan bagiNya. Apapun kekuatan dan kemampuan yang dimiliki makhlukNya, jika Allah berkehendak untuk menghancurkannya, niscaya dalam waktu sekejap saja dapat dilakukanNya.

Imam Al-Maraghi menjelaskan dalam tafsirnya, “Apakah orang-orang kafir itu tidak sadar bahwa Allah telah berkali-berkali membinasakan bangsa-bangsa para pendusta rasul. Allah pun menganugrahkan mereka kesejahteraan, kebebasan di bumi dan fasilitas hidup lainnya, tetapi disayangkan nikmat-nikmat tersebut membuat mereka sombong tidak menerima kebenaran. Bahkan ketika Allah menurunkan air hujan dan sungai-sungai mengalir di perkebunan dan pertanian mereka, sehingga mereka dapat bersenang-senang dengan nikmat-nikmat tersebut. Tetapi mereka tidak mensyukuri nikmat-nikmat itu, mereka lupa bahkan melakukan perbuatan dosa dan maksiat.” (Al-Maraghi 7:75-76).

Selanjutnya Al-Maraghi menjelaskan 2 macam dosa, ada dosa berupa pendustaan terhadap ajaran rasul dan dosa berupa kufur nikmat dengan melakukan kezaliman-kezaliman dan perbuatan destruktif.

Dari penjelasan di atas, bencana alam yang menimpa suatu bangsa merupakan teguran Allah swt. kepada bangsa yang melakukan salah satu dari dua kategori dosa sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Al-Maraghi.

Secara spesifik Rasulullah saw. pun menerangkan keterkaitan antara bencana dengan moralitas dalam sebuah haditsnya yang artinya, “Wahai sahabat Muhajirin, lima perkara ini apabila kalian diuji dengannya maka kalian akan menerima cobaan dan berbagai siksaan. Aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya: Apabila masyarakat itu banyak melaksanakan perbuatan keji (zina), maka penyakit kolera dan penyakit yang tidak pernah menimpa umat terdahulu akan mewabah. Apabila masyarakat tidak mau mengeluarkan zakat, maka mereka telah menahan tetesan air dari langit andai saja bukan untuk memberi minum binatang, mereka tidak akan diberi air hujan. Apabila masyarakat itu melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan membuat musuh-musuh menguasai mereka, kemudian musuh tersebut akan merampas sebagian hak milik mereka. Apabila pemimpin masyarakat itu tidak memutuskan hukum berdasarkan kitab Allah dan ‘memilih-milih’ apa yang diturunkan Allah, maka Allah akan mengirimkan malapetaka kepada mereka.” (Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya, demikian Imam Adz-Dzhabi menyepakatinya).

Hadits tersebut juga sebagai penjelasan dari firman Allah swt., “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum: 41)

Al-Fasad (kerusakan) yang muncul di suatu masyarakat, baik di darat maupun di lautan semata-mata karena ulah dan laku manusia yang destruktif. Allah sengaja ingin menegur mereka, dengan harapan mereka dapat meninggalkan perbuatan mereka yang mengakibatkan kerusakan, sehingga mereka memperbaiki diri kemudian istiqomah dalam ketaatan dan ketakwaan. (Taysir 6/135).

Dengan kata lain agar dapat keluar dari krisis yang melanda suatu bangsa adalah dengan kembali ke jalan yang benar. Lebih tegas dan konkret lagi Allah menjelaskan maksud jalan yang benar itu adalah ad-din al-qayyim, yakni agama yang lurus (baca: Ar-Rum 43) dengan mengarahkan wajah dan wijhah (orientasi hidup) kita kepada ajaran Allah yang benar, yaitu Al-Islam. Karena Allah Sang Pencipta manusia, Allah pula Sang Konseptor Al-Islam, Allah jua Sang Pencipta dan Pengatur kehidupan manusia, maka Dia-lah Sang Maha Mengetahui kunci dan rahasia kebahagiaan hakiki.

Bangsa kita kini tengah menghadapi berbagai permasalahan serius akibat krisis yang berkepanjangan dan tidak menentu. Akhir-akhir ini di banyak wilayah Indonesia dilanda banjir, tidak sedikit masyarakat yang terjangkit busung lapar atau kurang gizi. Negara yang dahulunya dikenal dengan kesuburan tanah dan keindahan panoramanya, kini seakan semua kebaikan itu sirna dan pupus.

Dalam keyakinan setiap muslim, bahwa gejala alam tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi ada yang mengatur dan memerankannya. Bangunan langit yang begitu megahnya, hamparan bumi yang demikian menakjubkan, hidup berpasangan dari makhluk-makhluk yang unik, semua itu tidak terjadi “sim sala bim”, tetapi Allah swt. lah yang menciptakan, mengatur dan memerankan keajaiban-keajaiban alam itu.

Karenanya, upaya hujan buatan dalam penanggulangan kekeringan, menyantuni korban bencana alam, peduli kepada kaum papa dan nestapa hanyalah sebagai solusi praktis yang bersifat sementara dan sesaat atau bersifat insidentil.

Sebenarnya solusi mengakar dan jalan keluar hakiki adalah kembali kepada Allah saat kita menghadapi permasalahan hidup dengan berbagai kendala dan rintangannya. Kembali kepada Allah artinya meninggalkan segala perbuatan maksiat dan segala bentuk dosa, memperbaiki kesalahan-kesalahan pribadi dan konstitusi, baik pada tataran masyarakat maupun tataran pemimpin.

Karenanya menjadi urgen bagi kita untuk memiliki pemimpin –di semua level– yang tangguh, baik lahir batin, sehat mental spiritual dan fisikal. Memilih pemimpin yang mampu menebarkan rahmat bagi semesta adalah sebagian dari misi Islam yang hakiki. Semoga kita bisa melakukannya.


Adapatasi dari Tim Dakwatuna.com

Di Post oleh,

Al-Akh Azryn Al-Fatih

5 November 2009/ 17 Zulkaedah 1430H


Bedah Buku Al-Awa'iq (Hambatan Dakwah)

Salam pengunjung Halaqah Borneo... Insya Allah, Harini ana rasa nak bedah buku Al-Awa'iq (Hambatan-hambatan Dakwah).. Tapi ni cuma sinopsis je bedah buku.. Sebenarnya ana belum jumpa lagi buku ni.. tapi ana cuma dapat hasil bebadh buku Al-Awa'iq ni... jadi ana baca dulu.. lepas dah jumpa buku ni, Insya Allah ana akan bedah buku ni... Dan Insya Allah lepas ni ana akan bedah buku Muhammad Ahmad Ar-Rasyid dari yang pertama (Muntalaq), kedua (al-Awa'iq), ketiga (Raqa'iq) dan keemapat ( al-Massar)... Semakin bersemangat ana nak bedah buku... Suka betul dengan buku hasil nukilan ustaz Ahmad Ar-Rasyid ni... Semoga ana dan pembaca bersama semakin faham akan dakwah yang kita lalui ni.. kerana kita pilih jalan ini....




Hambatan - hambatan Dakwah ( Al-Awa'iq)
Ustaz Muhammad Ahmad Ar-Rasyid
Hasil bedahan: Bubbly, Edited by: Abu E'zaz, Read and posted by: Azryn Al-Fatih


Pemuda dakwah, bukanlah manusia yang serba sempurna luar dan dalam, tetapi adalah mereka yang ingin dan mahu bermujahadah meningkatkan diri dalam pandangan Ilahi.

Hasil tulisan ketiga dari Ustadz Ahmad ar-Rasyid yang dibukukan selepas Muntalaq (Langkah Bermula), dan Raqa’iq (Pelembut hati), buku ini berkisar kepada epilog kehidupan para mujahid di atas jalan dakwah. Tumpuan banyak berkisar pembabitan seseorang di atas jalan ini, dan liku-liku yang menjeratnya di atas jalan dakwah ini dan contoh yang hidup dikemukakan bagi tatapan pembaca.

Tangan bergenggam tangan selalu teguh dalam barisan

Saksikanlah perjanjian kami untuk maju atau hancur bersama

Sesungguhnya para da’ie itu telah menyuapkan pikiran kepadamu

Mereka membawa petunjuk bagi timur dan barat

Engkau hidup dalam ketulusan mereka

Betapa indahnya hidupmu selama mereka masih mengasuhmu

Seorang Muslim yang sejati itu adalah yang datang ketika manusia lainnya berpaling, setia ketika orang-orang berkhianat, dan berbuat kebaikan ketika orang lain berbuat mungkar.

Sesungguhnya dakwah ini tidak rugi dengan orang yang enggan mengikuti dakwah.

Sesungguhnya keberuntungan orang dari dakwah ini ialah bahawa siapa yang berbuat untuk kepentingan dakwah ini maka Allah akan memuliakannya. Tetapi siapa yang meninggalkan dakwah ini, maka sebenarnya ia telah menjauhkan kebaikan dari dirinya dan ia tidak akan merugikan dakwah ini sedikitpun.

Pada awal pelariannya kepada Allah, ia memahami bahawa ia sudah berada pada jalan yang tinggi dan mulia, ia faham bahawa kedudukan di hadapan Allah itu bertingkat-tingkat, ia selalu ingin naik ke darjat yang lebih tinggi, dan ia yakin bahawa darjat syurga yang tinggi menuntutnya untuk menginggikan mutu niatnya dan ketinggian jalan yang ditempuhnya, serta bebas dari segala noda dan kekurangan.

Kerana insan itu tak lepas dari tarikan keimanan dan tarikan syaitan, maka da’ie diperingatkan dengan panahan syaitan:

1) Ujub

Amal soleh adalah sinar dan cahaya.Ia akan berubah menjadi kelam apabila angin ‘ujub berhembus padanya walaupun sekali hembus.

2) Menyukai pujian

Banyak orang terpedaya oleh kerana Allah tidak menampakkan keburukan mereka. Mereka terkena fitnah kerana sanjungan yang baik. Maka janganlah sampai ketidaktahuan orang lain tentang dirimu itu mengalahkan pengetahuan tentang diri sendiri.

Barang siapa yang mencela dirinya di tengah khalayak ramai, maka bererti dia telah memuji dirinya, sedangkan hal itu adalah salah satu dari tanda riya’.

Ibn Taimiyah melakarkan perkataannya:

Orang yang terpenjara adalah orang yang hatinya dihalangi dari Tuhannya, sedangkan orang yang ditawan adalah orang yang ditawan oleh hawa nafsunya.

Seorang rijal adalah yang mengubati penyakit dari luar, lalu ia mulai mencabut akarnya dari dalam, sehingga hari-harinya terasa jernih, dzikirnya berjalan dengan baik, dan sentiasa suka cita.

Sesungguhnya penyebab kebaikan adalah pengetahuanku tentang kerosakannya. Cukuplah dikatakan buruk bagi seorang mukmin apabila ia mengetahui suatu kerosakan namun ia tidak memperbaikinya.

Sesungguhnya Allah telah menjadikan cahaya yang terang benderang di atas jalan ini, cahaya atas cahaya, yang membimbing sesiapa sahaja yang mahu membuka hati, mencelikkan mata dan melangkah atas jalan yang lurus.

Cahaya-cahaya itu adalah:

1) Isti’adzah kepada Allah dari pelbagai fitnah

Apabila seorang makhluk berlindung dari fitnah hawa nafsu pada Khaliqnya, maka ia akan diselamatkan Khaliqnya.

Ketuklah pintu Allah berkali-kali, dan tinggalkan orang orang yang enggan mengetuk pintu Allah dan jauhilah berteman dengannya dan rebahkan dirimu di pintu gerbang Tuhanmu dengan rasa hina sehingga engkau mendengar panggilan ketenangan.

2) Pemurnian niat dari segala noda

Keikhlasan adalah pangkal keberhasilan. Sesungguhnya di tangan Allah lah ketentuan segala urusan.

3) Rela menerima nasihat dan memintanya dari yang ahli

Mata bisa melihat yang jauh dan dekat sedang ia tidak mampu melihat dirinya.

4) Saling memaafkan

Jangan lukai wajah kasih ukhuwwah yang memancarkan cahaya

5) Tetap takwa walaupun dalam keadaan marah

6) Menilai manusia dengan adil

Tiadalah manusia itu kecuali berputar antara kebaikan dan keburukan namun seringkali pelaku keburukan memperbaiki diri lalu menjadi baik

7) Memperhatikan ‘aib diri

Sesungguhnya pada diri ada kesibukan yang seharusnya membuat orang tidak mahu memikirkan keburukan orang lain.

8 ) Menjaga telinga dari mendengar celaan

9) Menasihati pemimpin secara tertutup

10) Mengurangi bicara

Seorang mukmin adalah mereka yang disangka orang bodoh sebagai pendiam dan tidak pandai ekspresi, tetapi hikmah kebijaksanaannya membuatnya diam. Dan disangka oleh orang dungu sebagai seorang tukang celoteh, tetapi nasihat kerana Allah itulah yang membuatnya bicara.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah ia berbicara baik, atau(jika tidak bisa) hendaklah ia diam. (hadis Nabi)

11) Menahan diri daripada pertengkaran

12) Berpegang erat pada kejujuran pada masa fitnah

13) Meninggalkan majlis-majlis rahsia

Tidak pantas baginya duduk bersama sejenak kecuali dengan niat untuk memperkuat iman, lalu melanjutkan lagi kerja hariannya.

14) Ajaklah hatimu membenci fitnah

15) Mengetahui bahawa Allah tidak akan memperbaiki perbuatan para perosak

Barang siapa yang memperbaiki hubungan dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia.

16) Menuduh keburukan yang jelas

Semua yang menyembunyikan rahsia

Maka, bagi Allah itu sama dengan dihadapan mata

Engkau tidak mampu melihat sesuatu yang diketahui Allah

Sedangkan bagimu itu semua tersembunyi

17) Menghindari mengkhianati janji

Mereka itulah saudara-saudaraku yang kucintai

Aku akan mengutamakan cintaku padanya dari segenap cintaku

Tiadalah keadaan mereka itu kecuali sebagai seorang mulia dan beradab

Dia mencintai saudaranya dan tak suka berkhianat

18) Pemegang kebenaran tidak pernah ragu

19) Takkan menjadi badui lagi

20) Pengorbanan yang didasarkan pada perintah pemimpin

Fahami dan tunggulah, wahai orang yang bersemangat kerana engkau akan mendapat pahala berjaga jaga sebesar pahala yang akan kamu dapat ketika menyerbu.

21) Panglima kebatilan tetap tercela, sedang perajurit kebenaran tetap terpuji

Menjadi ekor di jalan kebenaran lebih aku cintai daripada menjadi pemimpin dalam kebatilan

22) Perkataan yang benar belum cukup untuk menyatakan kebaikan seseorang secara mutlak.

Kisah Abu Hurairah dan syaitan sebagai contoh.

23) Buruknya kepimpinan adalah tanda bahaya bagi jemaah

Sesungguhnya hal yang sangat kutakuti pada umatku adalah orang yang alim lidahnya, tetapi bodoh hatinya.(Umar Al Faruq)

24) Berusaha keras menyelamatkan diri

Menyelamatkan diri adalah lebih baik daripada beban kepemimpinan yang tak sanggup dipikul.

25) Tujuan dihancurkan masjid Dhirar

26) Tingkat waspada pada fitnah akhir zaman

Bukan kuantiti, tapi kualiti.

27) Belajar dari sejarah

28) Berpaling dari orang-orang bodoh

29) Meredam khabar angin

30) Cahaya peringatan berwarna merah

tidak ada dibumi ini yang lebih berani dari seorang yang tidak bersalah

tidak ada orang dibumi ini yang lebih penakut selain dari orang yang bersalah

….

tepukan ringan di atas bahu seorang yang kepalanya sedang tertunduk kerana ngantuk dan lalai perlu, dan harus dilakukan, untuk memperingatkannya akan adanya ketenteraman yang terdapat di sekelilingnya, jika ia mahu mengambilnya, dan adanya pemandangan yang indah di atasnya sekiranya ia mengangkat kepalanya.


..........Insya Allah nantikan bedah buku daripada Halaqah Borneo... Insya Allah................


Posted by: Azryn Al-Fatih

8 Zulkaedah 1430H, 27 Oktober 2009

Kebaikan demi kebaikan

Manusia yang memberikan kebaikan(Al-Khair) ini,
Dia bercita-cita padanya
Dan menunggu-nunggu daripadanya

Jadi..
Orang yang mempunyai bakat-bakat itu
Mesti menjadi lilin untuk manusia
Menjadi pendukung dakwah

Kerana
mereka telah dikurniakan Allah
sifat-sifat yang baik dan akhlak yang mulia

Mereka berdiri di pangkal Ar-Rahman yang memanggil manusia dengan kalimah Allah:

"Dan bahawa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) kerana jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. [6:153]

-Dakwah dan Cinta di Jalan Allah:Abbas Assisi

Peringatan bagi kita yang telah pudar aspek persaudaraannya dan berusaha memperharuinya kembali.

Tenggelam ke dalam Dakwah

Dari blog sang petani yang pernah membawaku ke ladang-ladang. Sungguh banyak yang ku pelajari daripadanya...Petani-petani lain jua..moga Allah memberi rahmat pengorbanan kalian untuk full-time untuk bertani!...

Seorang da’i Islam agung, yang juga seorang yang dipujai oleh ahli sufi sepanjang zaman pernah mengungkapkan sifat-sifat seorang da’i sepatutnya:

sifat tajarrud kamil
dan tenggelam sepenuh dirinya ke dalam dakwah.
Da’i itu lupa dirinya.
Dia tidak nampak kecuali mad’unya.
Perkataannya hanya yang memberi kebaikan kepada mad’unya.

Dunia da’i adalah luas tanpa had,
tanpa perniagaan,
tiada keinginan sendiri
dan tiada mengejar pangkat.
Semua itu tiada dalam dunianya.
Yang ada di dalam dunia da’i itu hanyalah para mad’u yang didakwahinya.
Itulah perniagaannya, keseronokkannya dan pangkatnya.

“Dia seolah-olah manusia tanpa nafsu,
tanpa keinginan dan
tanpa keseronokan dunia.
Dia lupa makan minum dan pakaiannya.
Bahkan lupa dirinya sendiri kerana mengenangkan makhluk Allah S.W.T.
Di dalam hatinya tidak ada dirinya.
Yang ada hanyalah makhluk Allah S.W.T (yang menjadi mad’unya).
Apa yang dimintanya hanyalah perkara yang boleh membawa kebaikan kepada manusia
kerana dia telah menyerahkan dirinya kepada qada’ Allah S.W.T.”

(rujukan: buku oleh Syeikh Abdul Kadir al-Kailani (Al-Jailani), al-Fathu al-Rabbani, m.s. 7)


Aku? Ya...

Aku tidak sehebat mereka ...sangatlah jauh...aku pun tau aku bukan yang selalu diperhatikan petani-petani yang unggul..ya...bukan itu pun yang ku pinta...

Aku cuma mengharapkan aku jua dapat mentarbiyah hati ku..dan jika diizinkan Allah hati ini jua berjaya mentarbiyah hati-hati yang lain...Moga Allah selalu bersama ku..

Dunia masih berlingkar dengan ku...Aku bermohon kepada Allah moga lingkaran dunia itu terlerai dan menjadi jalan ..dan membawaku ke jalan akhirat. Mungkin aku lambat, tapi jauh di sudut hati ku..."moga ku jua mendapat 'short cut' ke jannahMu...
Tenggelamkanlah aku dalam 'celupan' Mu!

Memori 20 Oktober...

Salam kepada Semua yang melawat blog kami HALAQAH BORNEO...

Sebelum penulis menulis mengenai memori 20 oktober, izinkan penulis menulis sedikit tentang peristiwa di hujung minggu penulis bersam isteri dan family sebalh isteri yang datang menziarahi kami di Teratak Sewa kai Di Taman Desa Ilmu..

Alhamdulillah, kali ni keluarga sebelah isteri penulis selamat sampai dari Sibu pada pada tengahari Jumaat. mereka datang dengan menaiki kenderaan sendiri.. naik kereta MYVI Hitam bernombor QSP XXXX milik adik ipar... Kereta dipandu oleh adik ipar penulis, Saiful.. Sebelum mereka sampai penulis mengirim SMS kepada isteri, bertanya, " Bila mak dan saiful akan samapai rumah?", kemudian Isteri penulis pun telefon, " ohhh mak ngan saiful semuanya baru nak bertolak dari SPRING, Pasar Raya membeli belah, mereka tadi makan kat sana".. Barulah penulis tahu keaadan yang berlaku. Penulis bertanya kerana, penulis ingin menunggu mereka sampai kerumah dulu barulah penulis pergi ke UNIMAS utk menyambung kerja. Alhamdulillah pada hari tu jumaat, jadi masuk kerja jam 2.30ptg..

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya kendengaran bunyi kereta sampai di muka pintu rumah, Alhadulillah mereka semua dah sampai .. mereka sampai dalam jam 2.50ptg. kemudian penulis terus menelfon isteri penulis, " sayang, mak dah labik lebuk (mak dah sampai rumah translate bahasa melanau) penulis terus membuka pintu rumah dan seterusnya kelihatan bapa mertua penulis melemparkan senyuman yang sangat indah dan berseri.. Tenang rasanya dan sejuk hati ini melihatnya.. penulis bersalam dengan bapa mertua dan menyurhnya masuk, kemudian kelihatan mak mertua indah berpakaian blauss dan berseluar, nampak muda.. hehehe macam anaknya juga ( isteri penulis lah) mak mertua penulis ni memang nampak chinese look skit.. saya pun bersalaman dan menolongnya mengangkat barang masuk kerumah..

kemudian tak lupa juga kehadiran adik ipar penulis saiful dan ratinah bersama anaknya, Muhammad Aniq.. Bestnya dapat cium Aniq masa mereka baru sampai.. Aniq masa tu baru bangun Tidor.. Comel sangat... hehehe.. Aniq ni muka dia pun chinese look juga.. dah keturunan nenek dia.. jadi ikutlah skit, tapi mereka bukan keturunan chinese tapi kata orang, cina melayu atau nama mudahnya MELANAU....



Gambar Mak dan Bapa Mertua serta isteri Penulis

kerana batasan waktu tak mengizinkan penulis terpaksa bergegas segera untuk masuk pejabat.. jadi penulis tinggalkan family mertua penulis dan Aniq sekeluarga berehat dulu dirumah... Mesti pelik kenapa isteri penulis tak de dalam babak cerita ni kan?.. sebenarnya isteri penulis berada di Hospital, sedang bertugas.. jadi penulis yang bekerja di UNIMAS nilah yang melayan family dulu, sebab dekat sangat. hehehe.. kesian isteri penulis tak dapat jumpa anak buah kesayangan dia dulu, Muhammad Aniq... hehehe..

tapi apapun isteri penulis dapat bergambar dengan Anak buah kesayangan dia... penulis hanyalah mengambil gambar je...



begitulah sdikit coretan diari pada hujung minggu penulis...


Masuk semula MEMORI 20 OKTOBER

Kali ini penulis ingin menceritakan sesuatu yang menjadi memori yang amat bermakna buat penulis. Sebuah pengalaman dan sebuah permulaan jalan kehidupan yang lebih bermakna dalam hidup penulis. Mana taknya, pengalaman dan memori ini akan menjadi satu titik tolak dalam membina kefahaman diri terhadap tarbiyah dan menambah amal islami dan dakwah itu sendiri. Tapi bukan seorang lagi, tapi ada teman yang sanggup menegur kesalahan diri dan menambah kekurangan peribadi..

Begitu indah sebenarnya ciptaan Allah.. Semuanya berpasangan.. kerana dengan berpasangan itulah akan berlakunya saling tampung menampung kekurang diri dan saling menambah kemisan hidup didunia yang fana ini..

Allah berfirman; Surah As-Syuura, 42: ayat 11;
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Begitulah maha kuasanya Allah Sang Pencipta, jadi memori yang dimaksudkan penulis adalah memori kami mendirikan rumah tangga. Pada 20 oktober ini genaplah 2 tahu kami menjadi suami dan isteri.. Semoga Allah memberkati perjalanan hidup kami sebagai keluarga Daie.. kami sangat berharap kepada Allah, agar Allah menetukan segala yang terbaik buat kami berdua dalam rangka menuju Riha Allah dan menjalankan ketaatan kepadaNya..

Jika nak tulis memori kami amatlah panjang tapi apapun dapat saya ungkapkan Memori 20 Oktober ni menjadikan kami bertambah mesra dan Cinta kerana Allah. Agar Nurkasih kami sentiasa mengalir menyirami Tanamam Iman dan Kehidupan kami berumah tangga. Kami tak mengharapkan kekayaan Dunia, mahupun kemewahan Harta, tapi apa yang kami harapkan adalah Kekayaan Iman dan Amal dan Kemewahan Kefahaman dalam Tarbiyah dan Dakwah serta di selitkan dengan Kebahagiaan serta penyejuk mata kami ( anak-anak soleh dan sholehah yang taat pada Allah, rasul dan Ibubapanya). Amin, amin ya rabbal alamin....


Kemesraan semakin Terjalin kini, Indahnya bercinta setelah Bernikah, 2009


Sekian,
Akhi Azryn Al-Fateh
1 Zulkaedah 143o H/ 20 Oktober 2009

p/s: Semoga antum yang membaca juag mendapat rahmat Allah, Doakan kami cepat memiliki cahaya mata.. Amin

Ketika Cinta Memanggil


Semalam dalam perjalanan balik dari tanah lama yang ditinggalkan, bersama-sama ku, kubawakan petani yang baru untuk melihat tanaman yang ditinggalkan...dan seorang lagi ku doakan moga ia jua menjadi sang petani yang sabar dan ikhlas satu hari nanti..terdengar satu nyanyian islami sangat merdu...sgt membangun jiwa...

KETIKA CINTA - OPICK

Ada tiada rasa dalam jiwa
Rindu akan memanggil Mu
Karna setiap jiwa tlah bersumpah setia
Hanyalah pada Mu

Bila cinta ada di dalam jiwa
Wangi bunga dunia tanpa nestapa
Sgala yang dirasa hanyalah Dia
Hatikan memuja hanya padaNya

Ketika cinta memanggil
Gemetar tubuhku
Ketika cinta memanggil
Hangatnya nafasku
Ketika cinta memanggil
menderu Sang rindu
Ketika cinta memanggil

Rindu…rindu…rindu kalbu
memanggil-manggil nama Mu
Seperti terbang di langit Mu
tenggelam di lautan cinta Mu

Bertabur kalbu yang rindu
Melebur menjadi satu
Bagai menari diiringi pelangi
Ketika cinta memanggil

Dengarkan lagu Disini....
Ketika Cinta.mp3 - Opick

Ya Allah, harmonikan gerakan dakwah islam! Ramadhan lepas inilah antara doa yang kupanjatkan selalu...dan akan berlangsung terus...

Hujung minggu ini kedatangan para petani dari jauh ke bumi Malaysia...moga petani di Malaysia akan terus menjaga tanaman yang subur merendang, yang mungkin jua ada yang kehausan, mungkin jua ada yang bersaing sesama sendiri...Namun tanaman yang paling subur dan terbaik adalah tanaman yang hidup dan menghidupkan yang lain....tanpa mematikan yang lain utk hidup, malah memberi kehidupan...

Hebatnya sang petani yang hatinya yang bahgia dengan Cinta Kasih Allah.

Biar CintaMU yang selalu memanggil ku,
Linangan air mataKu hanya untukMU dan keranaMu,
Moga menjadi imbalan di hariMU
Hanya RedhaMu harapanku!



p/s:"Ya Allah, kurniakan kami zuriat dan persiapkan rahimku (kasihku) untuk melahirkan pejuang agamaMu. Sangat-sangat ku bermohon jika ia adalah terbaik untuk islamku"

Sekian,
Dari Ababeel
27 Syawal 1430H / 16 Okt 2009